Dan hati gembira

Dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan aku bahagia memiliki banyak Domba-dombanya Meski duka slalu meningkatkan rasa sakit dan pilu... Rasa sakit ini hanya bisa di obati dengan sebuah banyangan doa iman.. Kegembiraan bawakan aku dalam bayangan kedalam tubuh yang tak berdaya Karna bahasa yang sering di lemparkan bagaikan pisau tajam yang gampang menyakiti hati ku yang hanya bisa menahan rasa sakit ituuu..... Rasa Simpati Tak perlu rasa simpati, kau yang memilih pergi tinggalkan ku sendiri .. Menyesal pun belum pasti.. Tak perlu untuk berharap untuk aku bisa kembali sama kamu... Karna kamu datang tidak di undang,pergipun enggak di antar... Tak perlu cemaskan tentang aku.. Karna aku slalu di lindungi Tuhan ku... Tak perlu terlalu frustasi untuk memikirkan ku Karna kamu udha jadi banyangan angin.... Yang bisa ku dengar namamu saja..... Tak perlu untuk mencari jalan terbaik buat aku Karna Dewi terbaik ku udah menunggu di ujung Akhir nafasku bersama Nya...... Se you good bye..... Jangan menghakimi saudara mu. Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Tetapi berbuatlah seperti ibu mu yang setia merawat kamu Dan menjaga kamu Ingga saat ini kamu di bersarkan ingga bisa mencari makan sendiri...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarang pulang