Peringatan kepada orang kaya

 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 

Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!  

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.

Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 

Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu. 


Bersadar dalam penderitaan

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya,  menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 
Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!  

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. 

Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 

Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu. 


Janji Tentang keselamatan


Tetapi kelak, jumlah orang Indonesia akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. 

Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." 

Orang Papua dan orang  Indonesia akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari raya  itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarang pulang