Perjalanan panjang memburu waktu
Perjalanan panjang menuju tempat kerja
Terik matahari selalu rindu mengangat kan tubuh
Pelita harapan yang tak henti menyalakan cinta nya kepada Ambanya pada siang terang...
Tubuh yang penuh cairan berwarna
Iya tak ingin
Di mainkan seperti ubur-ubur yang dapat memberikan infeksi
Dalam cairan tubuh..
Perjalanan itu Lika liku, tubuh yang tidak dapat dipisahkan oleh jarak yang jauh
Dalam masalah atau bayangan kebahagiaan....
Perjalanan ciuman itu adalah pengantar pada suatu desahan berat seolah-olah nafasku tak sanggup memikul kebauwan cinta yang begitu banyak warna nya...
Rindu tak pernah selesai,
Biarkan pelukan yang dapat,
Melerai...
Cinta
Bukan maksud ku mengekang mu,
Doaku aku hanya ingin menua..
Bersama mu.
Ku pikir kau seperti mentari,
Yang slalu hadir menyinari pagi.
Layaknya merpati tak perna,
Ingkar janji...
Tapi nyata nya kamu bagaikan,
Ilusi yang terlihat indah,
Namun tak nyata bagai didalam..
mimpi....
Cinta itu bukan ego diri,
Tetapi laku diri untuk berani,
Mengungkapkan tulusnya hati,
Walaupun terkadang di ujih terlukaterluka..
Sendiri..
Selamat pagi nurani,
Kemanakah dirimu pergi,
Sampai hari ini terperdaya sunyi,
akanka kau kembali,
Atau menghilang bagai di telang bumi..
Dewasa,
Kata yang sering ku dengar,
Di saat sikap harus menerima,
Mengbalikan keburukan,
Selalu dengan..
Kebaikan...
Jikalau hari hari sudah..
Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,
hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya.
Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.
Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?
Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering,
demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya.
Mataku kembali kabur
Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang.
Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik.
Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.
Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali!
Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu!
Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.
Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka.
Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,
dan berkata kepada liang kubur:
Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku,
maka di manakah harapanku?
Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?
Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."
KU DI UJANI
Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang.
Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik.
Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.
Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali! Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu!
Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.
Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka.
Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,
dan berkata kepada liang kubur:
Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku,
maka di manakah harapanku?
Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?
Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."
Apaka hikmat menjawab
Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?
Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah?
Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah.
Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih.
Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.
Apakah engkau dilahirkan sebagai manusia yang pertama, atau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit?
Apakah engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi dirimu?
Apakah yang kauketahui, yang tidak kami ketahui? Apakah yang kaumengerti, yang tidak terang bagi kami?
Di antara kami juga ada orang yang beruban dan yang lanjut umurnya, yang lebih tua umurnya dari pada ayahmu.
Kurangkah artinya bagimu penghiburan
Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu?
Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala,
sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah, dan mulutmu mengeluarkan perkataan serupa itu?
Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?
Sesungguhnya, para suci-Nya tidak dipercayai-Nya, seluruh langit pun tidak bersih pada pandangan-Nya;
lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti air.
Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan,
yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan,
ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asing pun masuk ke tengah-tengah mereka.
Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya.
Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak.
Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang.
Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia.
Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap.
Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa;
dengan bertegang leher ia berlari-lari menghadapi Dia, dengan perisainya yang berlapis tebal.
Mukanya telah ditutupinya dengan lemak, dan lapisan lemak dikenakannya pada pinggangnya;
ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.
Ia takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal, serta miliknya pun tidak bertambah-tambah di bumi.
Ia tidak akan luput dari kegelapan, tunasnya akan dilayukan oleh nyala api, dan ia akan dilenyapkan oleh nafas mulut-Nya.
Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan, akan tertipulah ia, karena kesia-siaan akan menjadi ganjarannya.
Sebelum genap masanya, ajalnya akan sampai; dan rantingnya pun tidak akan menghijau.
Ia seperti pohon anggur yang gugur buahnya dan seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya.
Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap.
Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka."
Hai pemalas
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" —
maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,
yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari,
yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran.
Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.
Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
Nasihat perzinahan
Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.
Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.
Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.
Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing.
Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya.
Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.
Wejangan hikmat
Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya?
Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan, di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri,
di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota, pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring:
"
Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.
Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.
Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.
Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.
Segala perkataan mulutku adalah adil, tidak ada yang belat-belit atau serong.
Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan.
Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.
Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
Undangan hikmat dan undangan kebodohan
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,
memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya:
Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;
buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."
Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,
berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.
Permulaan hikmat adalah takut akan Nikia, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.
Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.
Perempuan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia, dan tidak tahu malu.
Ia duduk di depan pintu rumahnya di atas kursi di tempat-tempat yang tinggi di kota,
dan orang-orang yang berlalu di jalan, yang lurus jalannya diundangnya dengan kata-kata:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya:
"Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."
Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.
Mencintai Didikan.
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya.
Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.
Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.
Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya.
Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang.
Orang fasik dijatuhkan sehingga mereka tidak ada lagi, tetapi rumah orang benar berdiri tetap.
Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina.
Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.
Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.
Komentar
Posting Komentar