Senja di kampung Amar
Ku menatap mu senjaku amar,
Ku menangis kampung ku yang sedang berdiri di ujung ke ancuran
Senjaku menyinari wajaku,bawalah tetesan tangisan dan kelu kesaku di kelap malam
Senjaku andai saja kau bersuara dalam lamunan doa malam ku,
Ku akan menangis bersyukur atas kehindan mu,
Senja di kepulaun kampung Amar yang tak bisa mengembangkan diri
Ajarila aku betapa pentingnya kehidupan.
Senjaku menyinari lah dalam setiap langka dan jejak jejak langka para petualang orangtua yang tak mudah menyerah dalam kelapnya malam...
Senjaku teruslah jadi cahaya dalam ingatanku dalam berjalannya waktu yang tak kunjung berhenti.
Amar andai kau tau kalau aku di kota tetangga selalu rindu padamu serta isi di dalam surga kecil ku
Hanya senjaku yang dapat menyegarkan ku
Di kalau aku terbangun dalam mimpi surga ku
Yang penuh senja dan kebahagiaan di dalam pelukan sang bunda yang tak bersayap
l love you amar ku yang berjuta senja.
Kekayaan!!
Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya. Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar. Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi. Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi. Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan. Dan siapa yang menabur dan saling mengasihi dan tidak memandang kasta dengan orang lain
Maka iya akan dapat upahnya di surga..
Terbaring di atas perahu lautan biru
Terbaring di perahu lautan biru
Ku menatap ikan- ikan yang berlomba_lomba mengejar umpan untuk di santap dalam idangan perutnya..
Lautan itu sangat biru,perahu itu sangat kokoh berdiam di tempat yang di jangkari nya,
Ku menunggu ikan mensantap idangan yang udha saya persiapkan di alat gainya aku
Air laut biru,perlahan naik ombak pun perlahan mulai membesar,perahu pun mulai bergoyang menandakan waktu untuk pulang,karna datangnya air yang tak memberi pesan kapan naiknya dan surutnya
Ku mendayung pulang dekat kesal dan sedih,tak ada ikan yang mau persembakan diri kepada aku
Biru laut tak terkalahkan dengan biru langit dan serta isinya di bumi,..
Perahu dan laut ijinkan aku dan antarkan aku dengan selamat agar aku bisa berlayar begituu lama, menyelesaikan tugas pendidikan saya yang masih dalam ujung langit......
kebanjiran di rumah perteduhan...
Hidup kita di tahun 2021 di sambut dengan kebanjiran
Hatiku tak tenang untuk berdiam tergenang nya air dalam kosan ku yang
Fanah ini
Tetangga berkeliaran mencari jalan dan mencari tempat pertedehan.
Ujan pun trus menangis meneteskan air kebanjiran dunia
Rakyat berduka atas bencanah yang menimpa atas hidup mereka...
Tak tau kepada siapakah,harus kita sembah
Mungkin kepada pohon atau kepada kekayaan yang selama ini membuat kita Istimewa akan hidup kami..
Airmata di tahun 2021 tak kunjung berhenti
Bencana begitu banyak warna warni begitu banyak bentuk sana sini,sedang menimpa rakyat melata,
Kenapa kau setegah ituu bapa....banyak pengerbanan dan tenaga yang di kuras, air ujan ini yang tak perna mau berhenti yyuumenangis.. Andai tuhan kita buka mata melihat kita dalam keadaan
Apa tuhan mencoba kita dengan cara ini,untuk menghadapi hidup yang akan datang lebih baik lagii...
Komentar
Posting Komentar